Sun Tangan dan pergeseran budaya

Hal sederhana seperti sun tangan bisa jadi bukti atau saksi dari perkembangan zaman loh. Hee.

Dari namanya saja kan sudah sun tangan itu artinya mengecup bagian punggung tangan dengan bibir, iya kan? Iya lah namanya juga ngesun, kalau ngesun ya pake bibir, kalau pake hati namanya baper, yaelah.

Di tahun 90-an sepertinya beberapa orang sudah ada yang keliru melakukan sun tangan ini, bukannya bibir yang mengenai punggung tangan malah melainkan ujung hidung dan kening. mungkin karena cium-mencium masih tabu di tahun 90-an dan rasa sungkan, karena sun tangan dilakukan oleh orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua sebagai salah satu bentuk rasa hormat.

Mungkin Karena tanggung dengan ujung hidung dan kening ini, di tahun 2000-an sebagian banyak orang melakukan sun tangan dengan punggung tangan yang mengenai kening.

Buat saya sebagai anak yang besar di tahun 90-an, mengira kalau pergeseran sun tangan hanya sampai kening menyentuh punggung tangan, ternyata tidak. Sekitar di tahun 2010-an budaya ini bergeser lagi menjadi menempelkan pungguk tangan dengan bagian samping kening hingga ada yang menempelkan punggung tangan di pipi. Mungkin Karena generasi ini generasi yang merasa manis dan imut.

Namanya pergeseran budaya tidak bisa di hindari, apa lagi di era teknologi canggih, informasi dengan mudah dan cepat tersebar. Kalau menurut kamu budaya sun tangan bakal bergeser lagi nggak? Kalau iya, si punggung tangan bakalan nyentuh apa nantinya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s